7 Alasan Mengapa Resiko Diabetes Dapat Turun 22% dengan Dua Cangkir Wedang Beras Hitam

7 Alasan Mengapa Resiko Diabetes Dapat Turun 22% dengan Dua Cangkir Wedang Beras Hitam
Pondok Alam, Para Raja dan tetua adat tentunya tidak asal comot dalam memilih makanan. Penghayatan yang mendalam akan alam nusantara menjadi dasar bagi beras hitam untuk terpilih sebagai makanan khusus bangsawan. Para leluhur kita nyaris tidak mengenal yang namanya diabetes dan penyakit-penyakit gaya hidup modern lainnya. Karena mereka menjalankan pola hidup yang menyatu dengan alam. Termasuk juga pola makannya.

Berapa banyak orang di sekitar Anda yang menderita diabetes?

Atau jangan-jangan diam-diam tubuh Anda sudah mulai mengembangkan bakat diabetesnya?

Ternyata diabetes tak pernah meminta syarat dan ketentuan yang rumit untuk berkembang. Cukup satu kaleng minuman bergula setiap hari dapat meningkatkan resiko diabetes tipe 2 sebesar 22% Wow, itu tidak sampai 2 gelas teh manis! Karena segelas teh manis atau kopi biasanya berisi sekitar 200 ml. Porsi yang sangat mudah kita lampaui, bahkan sejujurnya saya pribadi pun sangat sering melampaui takaran tadi. Angka ini bukan perkiraan, karena melibatkan 330.234 orang dari Inggris dan delapan negara lainnya di Eropa selama 16 tahun. Sebuah penelitian yang sangat ekstensif dan mendalam oleh London Imperial College.

Tak terlalu mengherankan jika Indonesia sudah bertengger di rangking 4 untuk urusan diabetes dengan penderita lebih dari 21 juta orang. Bahkan sudah mulai biasa terdengar pemuda yang belum 30 tahun sudah terpaksa menghindari gula karena diabetes, yang masih sering dilanggarnya. Diabetes menjadi pembunuh berdarah dingin nomor 2 di daerah perkotaan, seperti ditunjukkan survei Riskesdas tahun 2007.

Diabetes tipe 2 ditandai dengan resistensi insulin. Insulin yang bertugas menyeimbangkan gula darah akan kehilangan kesaktiannya jika sering terkena gula yang terkandung dalam minuman tadi. Setelah minum yang manis-manis, gula yang memang mudah diserap tubuh akan menyebabkan lonjakan glukosa darah secara mendadak. Insulin akan kelimpungan menghadapi kondisi ini, dan dalam jangka waktu tertentu, habislah tenaganya alias terjadi resistensi.

Kalau sudah resistensi, dimulailah penderitaan. Saat gula darah mendadak tinggi, perbaikan sel terganggu sehingga bagian tubuh penderita diabetes sering rusak dan membusuk, seringkali di daerah kaki. Syaraf pun mati sehingga seperti mati rasa. Sementara saat gula darah turun, tubuh kekurangan energi sehingga sangat lemas dan tak bertenaga. Seperti buah simalakama. Kelebihan salah, kekurangan juga salah.

Lalu apa jadinya hari-hari kita tanpa teh manis atau kopi yang menyegarkan di pagi hari? 


Ganti aja dengan wedang beras hitam karena manfaatnya lebih banyak dari teh manis atau pun kopi, antara lain: 

1. Wedang Beras Hitam sangat praktis, tak ada bedanya dengan menyeduh kopi atau teh kesukaan Anda setiap pagi dan sore.

2. Manisnya creamy namun ramah bagi darah, membebaskan Anda dari resiko penderitaan diabetes.

3. Badan akan terasa lebih segar karena antioksidannya yang tinggi membersihkan racun dari tubuh Anda.

4. Penyakit pun ikut tersapu dari tubuh Anda bersama racun yang dibuang Beras Hitam.

5. Tak menyebabkan kecanduan seperti kopi atau teh.

6. Tidak hanya aman bagi lambung, bahkan perih akibat maag pun menjadi adem. (Habiskan beserta ampasnya)

7. Dapat menunda lapar atau sebagai pengganti makan untuk diet menurunkan berat badan.

Wow, solusi manis ya? Ganti teh dan kopi Anda dengan dua cangkir Wedang Beras Hitam dan biarkan gula pasir di dapur Anda awet di toplesnya. Jangan disentuh-sentuh lagi, kecuali beberapa sendok teh untuk penambah citarasa masakan ketika gula aren tidak memungkinkan. [berashitam.com]

Subscribe Our Newsletter

Dapatkan info dari Pondok Alam dengan mendaftarkan email anda