Perjalanan panjang si hitam "PONDOK ALAM" (2)

Perjalanan panjang si hitam
Pondok Alam, Sahabat Pondok Alam di bagian pertama sudah di jelaskan perjalanan pertama si beras hitam yang legendaris yang memang membutuhkan perlakuan ekstra supaya khasiatnya bisa dirasakan optimal oleh para konsumennya.

Nah kali ini sahabat Pondok Alam akan kami informasikan perjalanan tahap terakhir dari si hitam ini.

2. Saat Panen .
Pada saat panen, perlakuan si hitam ini tidak kalah istimewanya dibandingkan saat penanaman. Begitu masa panen padi hitam tiba, dia dipanen, diangin anginkan dan dijemur dibawah terik matahari. Lamanya penjemuran tergantung intensitas cahaya matahari yang masuk ke bumi. Saat Matahari terik di musim kemarau, penjemuran bisa sekitar 2-3hari. Setelah penjemuran itu pun juga harus diistirahatkan terlebih dahulu. Tujuannya adalah supaya saat digiling nantinya tidak banyak yang remuk.

3. Saat Penggilingan.
Setelah dijemur dan diistirahatkan selama sehari semalam, saatnya ni si hitam masuk mesin penggilingan padi. Mesin penggilingan padi yg digunakan bukan mesin penggilingan yang keliling dari kampung ke kampung tapi di pabrik penggilingan padi yang mesinnya lebih terawat dan kualitas beras yang dihasilkannya lebih bagus.
Beras hitam "PONDOK ALAM" digiling secara pecah kulit artinya beras hitam "PONDOK ALAM" hanya digiling 3 kali. Untuk tahapan penggilingan bisa dilihat di foto berikut ini:

Tahap 1: Gabah yang sudah siap digiling dimasukkan ke mesin, hasilnya sekitar 80% gabah


Tahap 2: Gabah setelah tahap 1 penggilingan, dimasukkan kembali ke mesin sehingga dihasilkan beras 50% dan gabah 50%.





Tahap 3: setelah melalui tahap ke 2, beras hitam masuk kembali ke mesin penggilingan sehingga diperoleh beras 95% dan gabah 5%

Beras memang sengaja tidak digiling 100% hingga beras terbebas dari gabah. Hal ini supaya lapisan kulit ari dari beras tersebut tetap utuh sehingga khasiatnya tdk hilang. Ciri beras hitam pecah kulit yang kulit arinya masih utuh bisa dilihat dari bentuk fisik dari beras tersebut. Yaitu Warna hitamnya tetap hitam pekat, dimasak lbh butuh banyak air,dll. penampakan beras hitam pecah kulit bisa dilihat di foto berikut ini:



4. Saat Hendak Dikirim ke alamat pembeli
Ternyata perjalanan si Hitam "Pondok Alam" masih panjang lho. Setelah dilakukan penggilingan dengan proses pecah kulit, si Hitam ini masih harus disortir secara manual, sebelum dikirim ke alamat konsumen.
Proses sortir ini terdiri dari :
* Pemilahan sekam / kulit padi yang masih ikut pada beras,
* Pembersihan beras dari kerikil, batu, benang, dan kotoran lainnya,
*Pembersihan beras dari beras putih yang masih ada didalam beras hitam.
Walaupun pembersihan dari beras putih ini tdk 100% langsung terbebas dari beras putih, mengingat tingkat kerumitan dan dibutuhkan kejelian yang ekstra untuk tahap ini.
Untuk lebih mantap, silakan lihat foto dibawah:

Foto: Beras hitam lagi disortir oleh ibu saya (dok. ibu mertua, karena saya menganggap sama dengan ibu kandung jadi saya tdk menyebut sebagai ibu mertua)untuk diambil kerikil, beras putih dll.

5. Tahap Packing
Untuk tahap packing ini adalah tahap terakhir dan adalah tahap yang paling mudah. Si Hitam "Pondok Alam" di packing dengan plastik inner dg kemasan ukuran 25kg yang kemudian dilapis dengan karung beras. Untuk tingkat keamanannya tidak pecah, semua tergantung dari perlakuan dari pihak ekspedisi. Perjalanan pengiriman dari kami menuju ekspedisi dijamin 100% utuh / tidak pecah.

Nah sekarang tau kan kenapa beras hitam termasuk jenis beras yang berharga dari segi penanaman hingga kualitasnya. Sekarang sahabat Pondok Alam jadi tau kenapa harga beras hitam bisa selangit, melebihi beras yang lain. [Dwias]

Subscribe Our Newsletter

Dapatkan info dari Pondok Alam dengan mendaftarkan email anda