Perjalanan panjang si hitam "PONDOK ALAM" (1)

Perjalanan panjang si hitam
Pondok Alam, Kita mungkin pernah atau malah mungkin sering mengkonsumsi nasi hitam. Tapi tau kah Sahabat Pondok Alam betapa panjang proses si hitam tersebut hingga sampai ke tangan konsumen.

Kali ini kami hendak memberikan gambaran singkat tentang proses penyortiran beras hitam organik "PONDOK ALAM" yang merupakan hasil panen bapak beserta kelompok tani binaan beliau.

1. Saat Penanaman.
Padi hitam dari beras hitam biasanya tidak 100% gabah hitam tapi ada yg tercampur dengan gabah putih. Hal ini disebabkan karena beberapa hal. Misalkan saat penanaman ada burung pemakan biji yang hinggap di padi hitam (padi dari beras hitam sangat disukai burung pemakan biji) dan burung tsb membawa gabah putih yang ikut terbawa. Atau saat panen dari sawah sebelah yg sama sama menanam padi, ada beberapa gabah yang terlempar ke sawah kami.


Foto: Bapak lagi mengamati padi yg berwarna putih

Pada Foto diatas, Bapak lagi mengamati gabah putih yang tumbuh subur diantara gabah hitam, kemudian beliau memotong tanaman padi putih hingga pangkal batang supaya tdk tumbuh lagi. Ditangan kirinya sdh terdapat padi putih yang berhasil diraihnya.

Padi Hitam baru bisa disortir saat muncul gabah nya yg telah tua. Pada saat itu gabah dari beras hitam dan dari beras putih bisa terlihat jelas. Nah pada saat itulah proses penyortiran awal bisa dilaksanakan.
Proses tersebut dilakukan setiap hari hingga kira kira padi siap panen. Proses demikian ini tidak serta merta si hitam terbebas 100% dari beras putih.

Masih ada lagi proses selanjutnya...nantikan di episode selanjutnya ya.

Nah sdh tahu gambaran diawal tentang si hitam kan....Sekarang pasti makin mantap hatinya untuk mengkonsumsi beras hitam yang penuh khasiat terutama beras hitam "PONDOK ALAM". [Dwias]

Subscribe Our Newsletter

Dapatkan info dari Pondok Alam dengan mendaftarkan email anda